**Sahabat Selamanya**
Namaku Nita. Saat aku menulis ini, aku duduk di kelas 12, tahun terakhir sebelum kami semua berpisah menuju jalan masing-masing. Ada begitu banyak kenangan yang terukir, tapi satu momen bersama sahabat-sahabatku adalah yang paling membekas.
Siang itu, setelah jam pelajaran yang melelahkan, aku dan 8 sahabatku—suci, Evita, chalifa, Risti,Rahma, Nurlaela,Silvi, hilma—memutuskan untuk ke kantin. Niat awalnya hanya ingin membeli es teh dan jajanan kecil, tapi seperti biasa, obrolan kami melebar ke segala hal.
Sesampainya di kantin kita bercerita tentang segala hal yang membuat kami tertawa sampai perut sakit. Kami bahkan lupa waktu, sampai kantin mulai sepi dan bel tanda istirahat berakhir berbunyi.
Saat kami berlari kembali ke kelas, aku sadar satu hal: kebersamaan ini akan selalu menjadi bagian terindah dalam hidupku. Bukan hanya karena tawa yang kami bagi, tapi juga karena kami selalu ada satu sama lain, baik dalam kesulitan maupun dalam kebahagiaan.
Sekarang, di tahun terakhir ini, aku ingin menikmati setiap momen bersama mereka, sebelum masing-masing dari kami mengejar mimpi di jalan yang berbeda. Tapi satu hal yang pasti, persahabatan ini tidak akan pernah pudar.
*Pesan dan motivasi*
Sahabatku, terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ini. Bersama kalian, setiap tawa menjadi lebih hangat, setiap masalah terasa lebih ringan, dan setiap kenangan menjadi lebih berharga.
Meskipun suatu hari nanti jarak memisahkan kita, ingatlah bahwa persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa sering kita bertemu, tetapi dari seberapa dalam kita saling peduli. Jangan pernah ragu untuk mengejar impian, karena aku percaya kita semua akan sukses di jalan masing-masing.
Tetaplah menjadi diri sendiri, jangan takut gagal, dan ingat bahwa aku selalu ada di sini, mendukung dan mendoakan kalian. Kita mungkin akan menempuh jalan yang berbeda, tetapi hati kita akan selalu terhubung.